ANALISIS HUKUM PERLINDUNGAN PERKAWINAN ANAK DI BAWAH UMUR

  • Puti Hidayat Universitas Singaperbangsa Karawang
Keywords: Perlindungan Anak, Perkawinan Anak, di Bawah Umur

Abstract

Berbicara mengenai pernikahan anak di bawah umur, yang pertama disoroti mengenai batas usia seseorang. Di Indonesia belum ada kesamaan batas usia yang dikatakan sebagai anak, masih terdapat perbedaan. Misalnya Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengatur batas usia anak adalah 21 tahun, Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 1 Tahun 74 tentang Perkawinan mengatur batas usia anak adalah l9 th untuk laki-laki dan untuk perempuan, sedangkan perlindungan anak mengatur batas usia anak adalah di bawah 18 tahun.

Perkawinan menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluaga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa. Peraturan mengenai perkawinan di dalam Undang-Undang tersebut mengenai dispensasi seorang laki-laki dan perempuan untuk dapat menikah di bawah usia 19 tahun, hal itu berdasarkan  Pasal 7 Ayat (2) Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Kita tahu bahwa anak menjadi subjek hukum yang utama di dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Di dalamnya terkandung batasan mengenai anak, yaitu di bawah 18 tahun. Bagaimana eksistensi Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak terhadap pernikahan anak di bawah umur?

Eksistensi Undang-Undang No. 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan anak terhadap Pernikahan di bawah umur dengan diatur di dalam Pasal 26 Undang-Undang No. 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak mengenai larangan orang tua untuk memberikan ijin kepada anaknya yang masih di bawah umur sesuai dengan Pasal 1 Undang-Undang No.35 Tahun 2015 tentang Perlindungan anak, yaitu Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Selain itu di dalam Pasal 76B lebih ditegaskan lagi, yakni Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan Anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran.

Dengan demikian diharapkan untuk pernikahan di usia anak bisa diminimalisir secara optimal dan komprehensif.

 

Published
2020-11-30
How to Cite
Hidayat, P. (2020). ANALISIS HUKUM PERLINDUNGAN PERKAWINAN ANAK DI BAWAH UMUR. Yustitia, 6(2), 167-179. https://doi.org/10.31943/yustitia.v6i2.119
Section
Articles